Versi Teks Air Gear Chapter 1
Di sebuah gedung tua yang tampaknya sudah tidak dipakai,
burung-burung beterbangan. Dan dari lubang yang cukup parah
di atap, terlihat puluhan orang tengah mengkerumuni sebuah
pertarungan. Ya, seorang pemuda sedang berkelahi sementara
orang-orang menonton.
"Baiklah semuanya ...
Hyaaa!!!!!!" Pemuda itu membanting lawannya.
Air Gear Chapter 1
Teks Version by www.Beelzeta.com
Sementara itu di luar, seorang gadis yang membawa sepeda
tampak sedang melihat ke arah langit dimana burung-burung
beterbangan.
"Burung-burung datang dari sana, hmm
Dia memang benar-benar mudah untuk ditemukan" Gadis itu
sada, diaman burung-burung berada, pasti disanalah orang yang
sedang ia cari berada. Dan, Iapun menuju ke gedung tua tersebut.
Gadis itu masuk ke dalam. Dan kemudian, ia melihat bahwa si
pemuda yang tadi membanting lawannya telah memenangkan
perkelahian antar bos Genk itu.
"Tadi itu keren sekali Itsuki!! Lagi-lagi kau menunjukan keahlianmu!
Kamu memang si Pembunuh Super Back-Drive!!!" Orang-orang
menyambut kemenangan Itsuki, bos mereka.
"Yah ...
Sebenarnya aku ingin menggunakan jurus baruku, Rolling Cradle
hari ini, tapi ya ...
Aku takut bajuku kotor" Ucap Itsuki, pemuda itu.
"Pertarungan ini sempurna! Kita mengalahkan Genk barat!! Tidak
heran orang-orang memanggilmu si Baby Face yang terkuat di
Genk Timur!! Keren sekali Itsuki!!!"
"Hei kalian Genk Barat, mulai sekarang Daerah ini akan menjadi
milik kami, jangan pernah berkeliaran lagi disini ya ..." Itsuki
memberi jempol bawah ke para Genk barat.
Dalam kerumunan, terlihat gadis yang tampaknya sedang mencari
Itsuki tadi ...
"Ikki chaan, bagaimana kalau kita karaokean untuk merayakan
kemenangan ini???
Chakko punya sesuatu yang ingin dibicarakan ..." Seorang gadis
menghampiri Itsuki alias Ikki sambil mengajak temannya yang
bernama Chakko.
"Kyaaaaa, tidak! A-apa yang kamu bilang barusan???"
"Ayolah Chakko, bilang saja padanya!!!"
"Chakko, kalau yang kau maksud adalah ingin belajar Cobra Twist,
aku selalu punya waktu untuk itu" Ucap Itsuki ke gadis di
depannya itu.
"Kyaaaa, benarkah????" Ucap si gadis senang.
"Umm, Ikki ..." Gadis yang tadi mencarinya mencoba untuk
menyapa, tetapi ...
"Hei, kamu siapa??" Tiba-tiba seorang pria bertubuh tinggi besar
menghalanginya.
"Um, eh eh ..."
"Orang-orang akan keluar lewat sini! Jadi menyingkirlah!!!
Sekarang kami sedang dalam sebuah pertarungan!!! sudah selesai
sih ...
Ini adalah pertarungan tahunan untuk memperebutkan daerah
kekuasaan antar Genk Timur dan Barat!"
Bentaknya dan Buakkkk!!!
Itsuki alias Ikki meninju wajahnya.
"Aaaaghhhh!!!!!!!!!!!!" Kemudian ia bersiap untuk membantng tubuh
besarnya.
"Eh, cu-cukup Ikki!" Bentak si gadis yang kelihatannya cukup kenal
dengan Ikki.
----- Air Gear Chapter 1 -----
Beberapa saat kemudian, Ikki pergi sambil membonceng si gadis
dengan sepeda yang ia bawa ...
"Sisanya ku serahkan pada kalian" Ucap Ikki ke teman-temannya
sebelum akhirnya benar-benar pulang.
"Maaf ya, teman-temanku memang pada nakal" Ucap Ikki ke si
gadis di Jalan.
"Kau datang kesini hanya untuk menjemputku? Yaah, sepertinya
kau terlambat ...
Tak mungkin tertolong, orang-orang tadi begitu lemah, aku
membantai mereka dengan sempurna ..." Ucap Ikki.
----- Air Gear Chapter 1 -----
Di gedung tadi, si pria yang bertubuh besar tadi tampak tak bisa
menggerakan tangannya yang Ikki tarik ke atas.
"Me-memangnya siapa wanita tadi?" Tanyanya ke teman-teman.
"Tubuhmu benar-benar kaku akibat serangan Ikki, ckckck"
"Ah, mungkin itu karena kau baru bergabung, jadi belum tahu ...
Ini adalah pengetahuan dasar untukmu ...
dia itu sangat sering bersama dengan Ikki, dia itu teman sejak
kecilnya yang tinggal serumah dengan Ikki, namanya Ringo
Noyamano ..."
"Hmm, teman-teman Genk baratku, apa kalian mendengarnya??"
Ternyata anak-anak Genk barat mendengarnya.
"Diam! Kalian masih disini!?? Cepat pergi!!" Seorang genk Ikki
menendang mereka.
"Cih, mentang-mentang Ikki menang kalian seenaknya, kami akan
membunuh kalian semua!!" Ucap orang tadi tak terima.
"Haha, kalian semua akan bernasib sama dengan mereka, nasib
burung-burung yang terbang di sekitar Ikki" Umpat si Genk Barat.
"Aku akan membersihkan kalian semua dalam skala yang besar,
sampai burung-burung itu juga!"
"Ba-bagus ...
Datanglah kapan saja" Tantang salah seorang rekan Ikki dengan
sedikit keringat mengucur di wajahnya.
"Skull Saders ...
Apa kalian pernah mendengar nama kelompok itu?? Kelompok Air
Treck, The Storm Riders!!" Gertak si Genk barat yang tampak nya
akan memakai bantuan mereka.
"Skull Saders, pesan dari Neraka bagi mereka yang berjalan di
jalanan kegelapan,
Pasukan Pembunuh yang bagaikan badai,
Sudah tak terhitung jumlah kasus yang mereka akibatkan ..
Mereka adalah setan terkuat yang bahkan Yatchan takuti ...
Dan, aku ini berteman baik dengan mereka lho ...
Aku jadi nggak sabar" Ucap seorang dari Genk Barat.
"..." Gank Ikki terdiam, tampaknya mereka sedikit takut karena
orang tadi mengancam akan meminta bantuan Skull Saders.
----- Air Gear Chapter 1 -----
Kembali ke tempat Ikki.
"Ahh, sudah cukup! Aah, berhenti" Ringo merasa geli saat tiba-tiba
seekor gagak muncul dari rambut Ikki dan mengelus pipi Ringgi
dengan paruhnya.
"Hei, bodoh! Jangan keluar tiba-tiba!" Ikki menggeleng-gelengkan
kepala sambil terus mengemudikan sepeda.
"Lalu jangan membuat kepalanya lecet"
"Apakah Ikki begini juga saat sedang berkelahi?" Pikir Ringo.
"Bersarang di tempat seperti itu bukankah sulit Kuu?" Tanya Ringo
ke si burung.
"Kaaa!!!" si gagak menjawab seadanya.
"Aaah, aku sering hampir menghancurkannya saat melakukan
Back Drop" Ucap Ikki.
Seekor gagak tinggal di kepala Ikki (?)
"Ah, yang lebih penting, Kakak di rumah marah-marah dan bilang
memangnya berapa jam yang dia perlu untuk membeli garam??"
"Ah iya, aku lupa!!!" Sebenarnya Ikki disuruh membeli garam tapi
ia malah berkelahi.
"Ng?" Ikki pergi ke toko garam dan tak sengaja melihat Iklan di TV.
"Kamu akan terbang ke Angkasa, menuju Infinite Possibiuties!
Ayo kita meloncat bersama! Lari dan mengalahkan langit, Air
Treck! TF-3S, 7 Maret, debut ..."
"..." Ikki terdiam saat mendengar iklan itu dan kemudian pulang
setelah sebelumnya membeli garam.
----- Air Gear Chapter 1 -----
Di Rumah ...
"Kau terlambat!!!!" Seorang wanita yang sedang membawa
semangkuk makanan menendang Ikki yang baru saja datang
dengan kedua kakinya.
"Ahh!!" Ikki terjatuh.
"Ka-kau! Sialan kau Mikan!!" Bentak Ikki.
"Kau terlalu keras! Diam!!" Bentak Mikan balik.
"Aah, kau bahkan sangat lambat membeli garam, dasar pembantu
bodoh"
"Itu karena ... ada masalah di kasir!!"
"Masalah di kasir? Cerita yang mengharukan,
Masalah di kasir sampai memakan waktu dua jam!!????" Wanita
bernama Mikan itu membanting tubuh Ikki.
"Sudah cukup, Mikan ...
Nggak baik kan, padahal Ikki sudah susah-suah membelikan kita
garam ...
Setidaknya kita bisa masak sekarang" Ucap seorang wanita yang
kelihatannya lebih dewasa.
"Rika-nee, kamu terlalu baik sama Ikki, dia itu sering lupa untuk
bermain denganku" Tambah seorang gadis kecil yang membawa
boneka.
"Itu benar!!! Itu semua salahmu! Lihat tuh si Ume, dia itu sedang
berkembang!!" Mikan kembali menendang Ikki sambil makan
semangkuk Ramen.
"Lalu kenapa makan ramen??"
"Hmm" Kak Rika melihat ke ke kotak garam yang di beli Ikki, tiba-
tiba, wajahnya berubah sangar.
"Ikki ..." Kak Rika menarik leher baju belakang Ikki.
"Ini ...
Bukan ...
Garam!!!!" Kak Rika mengangkat Ikki dan membanting hingga
selangkangan Ikki menancap di siku kaki Rika.
Ia marah. Karena selain terlambat, Ikki juga salah membeli barang.
----- Air Gear Chapter 1 -----
Setelahnya, Ringo dan saudari-saudarinya makan enak sementara
Ikki hanya diberi semangkuk nasi dan beberapa ikan kecil.
"Umm .."
"Diam! Kau itu nggak bagus dalam hal apapun,
Jadilah pembantu yang baik dulu sebelum makan makan-
makanan enak!!" Bentak Mikan
"..." Ringo tampak tak tega.
"Jangan terlalu memikirkannya, Ringo, inilah yang disebut dengan
Disiplin" Ucap kak Rika.
Perkenalan :
"Namaku Itsuki Minami ...
Dikenal sebagai baby face, yang terkuat di Genk Timur
Orangtuaku berteman baik dengan Keluarga Noyamano, keluarga
dengan empat anak perempuan ..
Aku tak begitu mengerti, tapi sejak orangtuaku sudah tiada, aku
tinggal dengan mereka ..
Tapi lama-lama, aku baru sadar, aku bagai seorang pembantu
disini"
"Sini sini ..." Mikan menawari Ikki sesumpit daging
"Heh . .." Ikki memasang tampang bagai anjing kelaparan.
"Wajahmu menyeramkan, nggak jadi deh" Mikan memakannya.
"!!!"
"Semuanya, jangan seperti itu ke Ikki, aku akan memberi sedikit
punyaku ..." Ringo tak tega.
"Ja-jangan Ringo!!" Kak Rika mencoba mencegah namun makanan
itu malah terlempar.
"Hyaa!!!" Ikki mencoba menangkapnya, meloncat ke meja hingga
makanan di meja berserakan ke atas.
Hap ...
Ichigo menangkapnya.
"Ah, ti-tidak, itu kan ...."
"..." Bukan menangkap makanan, Ikki malah tak sengaja
mencengkram dada Ringo.
Teg ...
"Panas Panas panas!!!"
Keempat wanita itu mengikat Ikki di sebuah Kayu dan
menaruhnya di ats kompor bagai babi guling.
"Cih" Ringo ngambek.
"Ini hukuman karena telah menghancurkan makanannya!" Bentak
kak Rika.
"Sebaiknya kita berhenti memberi ia makan"
Empat wanita itu meninggalkan Ikki untuk mandi ke Kamar mandi.
----- Air Gear Chapter 1 -----
Di kamar mandi, empat wanita cantik itu telah tanpa busana ..
"Waaah, punya Ringo besar ya" Mikan menggoda Ringo.
"Wow, empuknya" ia lalu meremas-remas benda itu.
"Aaah, itu, tidak ..."
"Sudah lama ya kita nggak mandi bersama" Ucap kak Rika sambil
mengguyur dirinya dengan Shower.
"Cih, seperti orang-orang bodoh lainnya, kalian terjebak oleh
perangkap yang ku buat ..." Ikki membuka dan masuk ke kamar
mandi.
"Eeeh!!!????" Ikki kaget, ke empat wanita itu telah memasang
tampang siap membunuh.
"A-apa-apa-apa yang ..." Ikki gelagapan.
"Oh, jadi kau menginginkan itu ya?" Mikan menyiapkan kepalan
tangan.
"Bunuh diri ..."
"Rika, silakan gunakan teknik membunuh no 48"
"Aku tak akan memaafkanmu" Mereka berempat bersiap.
Buakkkkkh!!!!!!
Mereka berempat menyerang Ikki secara serentak.
Untungnya, Ikki berhasil kabur lewat jendela.
"Tunggu kau!!!"
"Aku akan mati kalau menunggu!!!" Ikki terus berlari, ditemani para
burung
"Kalian mau ikut denganku ke tempat biasa?" Ikki menjauh
"Cih, anak sialan itu" Kak Rika masih marah, ia bahkan bersiap
untuk melempari Ikki dengan Televisi.
"Kak, itu TV kita satu-satunya" Untungnya Ringo mengingatkan.
----- Air Gear Chapter 1 -----
Setelahnya, Ringo pergi mencari-cari Ikki. Dan seperti biasa, Ikki
sangat mudah untuk ditemukan.
----------
"Ikki, aku mencarimu dari tadi" Ucap Ringo.
"Sttt" Ikki menaruh jari telunjunya di depan bibir.
"Eh??" Ringo tak mengerti.
"Tsubame akan segera keluar ..." Ucap Ikki.
"Tsubame??"
"Aku menamainya begitu" Ucap Ikki lagi.
Apa yang sebenarnya Ikki tunggu?
Tsubame??
Whussss .....
Tiba-tiba seorang gadis meluncur dari jalan di sebelah Ikki
menggunakan sepatu roda. Ternyata, inila yang ditunggu-tunggu
oleh Ikki.
Gadis bersepatu roda itu kemudian beraksi di Udara, meliuk-liuk di
gedung dengan sangat lincah, luar biasa.
"Air Treck ..."
"Gadis itu selalu berlatih disini ...
Dia mirip dengan Gomacchi yang ada di TV itu, hehe"
"Jadi, kau selalu datang kemari untuk menontonnya?" Ringo
bertanya.
"Bukan seperti itu ...
Lagipula, aku tak yakin kalau dia menyadari keberadaanku" Ucap
Ikki.
"Aku penasaran, bagaimana rasanya ya ..." Tampaknya Ikki
tertarik, untuk mencoba Air Treck, mencoba untuk berlari di
udara.
"Dia mengingatkanku akan burung ...
Tidak, bahkan mungkin lebih dari sekedar burung ...
Dia selalu menikmati ketika ia terbang" Ikki benar-benar
mengaguminya.
"Oh, begitu ya ...
Ya, pasti begitu ...
Ikki ..." Ringo terlihat sedikit kesal, tapi ia menutup-nutupinya,
mungkin cemburu karena Ikki sangat memperhatikan gadis itu.
"Gaaak!!!!" Si gagak menyadarinya dan langsung mematuk kepala
Ikki, seolah mau berkata "Bodoh! Jangan membicarakan gadis lain
di depan gadis!!"
"Aah, burung gagak bodoh!!!!
Aku akan memaskanmu sebagai makan malam!!!" Ikki
mengamuk.
"Gaak!!!"
"Mau berkelahi, hah!???"
"Gaaak!!!"
"Huh" Ringo tersenyum.
"Ikki ...
Kalau begitu ...
Kenapa kau tidak mencoba Air Treck saja?
Mungkin kau akan bisa terbang bersama gadis itu"
----- Air Gear Chapter 1 -----
Tak terasa hari sudah sore, Ikki menaiki sepeda dan menuju suatu
tempat.
"Kenapa tak mencoba Air Treck saja?" Ia teringat akan kata-kata
Ringo.
"Huh, Air Treck ya ..." Tampak Ikki semakin tertarik.
"Hai Ikki" Ikki telah sampai di tempat tujuan dan seorang teman
menyapanya.
"Ada apa? Kelihatannya kau senang sekali hari ini"
"Bukan apa-apa ...
Lalu, apa itu?
Apa yang kau maksud dengan pembicaraan yang tak bisa
dibicarakan lewat telpon?" Ikki langsung bertanya to the point.
"Ah, itu, ummm ..." Teman Ikki tadi mengajak Ikki untuk masuk
ke dalam.
Dan kemudian ...
"Ikki, maafkan aku!!!" Tiba-tiba ia kabur.
"Eh?" Ikki kaget. Dan saat ia melihat ke depan, ternyata para
preman Skull Saders telah menunggu.
Tampaknya ini jebakan, teman Ikki tadi terpaksa menggiring Ikki
ke hadapan Skull Saders karena merasa terancam.
"Orang-orang barat itu ...
Cih, sial!!"
Skull Saders mengejar Ikki. Ikki mencoba untuk kabur. Akan tetapi,
pada akhirnya ia terpaksa bertarung.
"Hiaagh!!!!" Ikki berhasil menangkap satu dari mereka dan bersiap
untuk membantingnya.
Akan tetapi ...
"Apa?"
Orang yang hendak Ikki banting memakai Air Treck, dengan
mudah ia mampu menggerakan kaki dan berbalik mendorong
tubuh Ikki.
Bats Bats Bats!!!
Dengan lincahnya sambil merangkul tubuh Ikki, orang tadi
meloncat menuju atap. Dan ...
"Ku dengar kau hebat dalam gulat ...
Lalu, kau tahu kan bagaimana jadinya kalau kau dibanting dari
ketinggian ini?" Orang itu bersiap membanting Ikki dari atas atap.
Battts!!!!
Ia benar-benar membanting tubuh Ikki. Akan tetapi, tidak benar-
benar sampai menancap ke tanah.
"Huh ...
Ku dengar dengan sombongnya kau berkata kalau penguasa
disini ...
Huh, siapa yang mengizinkanmu mengatakan hal seperti itu!!???"
"Haha, aku tak percaya tadi ia mau membanting Chokemagaki-
san ...
Bodoh sekali"
"Ayo kita selesaikan sekarang" Ucap orang-orang barat.
"Eh, tunggu dulu, bau apa ini?"
"Itu, jangan-jangan ..."
"Aah!!!! Hahaha!!!
Bocah sialan itu kencing di celana!!!!"
"Hahaha!!!! Aku tak percaya ini!!!" Mereka semua tertawa, Ikki begitu
ketakutan hingga ngompol.
Hari itu ...
Ikki benar-benar dikerjai, ia dipermalukan, di hajar habis-habisan.
Skull Sader meninggalkan Ikki sendirian dalam keadaan babak
belur, dengan celana yang basah.
"Uwwaaaaa!!!!!!" Ikki menangis tersedu-sedu.
----- Air Gear Chapter 1 -----
Setelahnya, Ikki kembali ke rumah. Ia menyendiri di kamarnya,
berselimut dan masih menangis.
Dari balik pintu, Mikan dan Ringo mengintip.
"Sial ...
Apa-apaan itu, hanya karena kalah dalam berkelahi dia jadi
begitu ...
Pantatnya pasti kecil" Ucap Mikan.
"Mikan ..." Ringo hendak mengatakan sesuatu.
"Aku tak akan memaafkan ...
Cara mereka menggunakan Air Treck ...
Aku tak akan pernah memaafkan mereka!!!" Ringo terlihat benar-
benar marah.
----- Air Gear Chapter 1 -----
Malam harinya, Ikki masih berada di kamar.
Tok Tok ...
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu jendela.
"Eh?" Ikki membukanya dan ...
"Cepat hapus air liurmu, kita akan segera pergi" Ucap orang itu.
Yang ternyata, tak lain adalah gadis yang sering Ikki amati.
"Ayolah ..." Ucapnya lagi sambil mengulurkan tangan.
"Ka-kau ..." Ikki mengusap matanya dan melihat dengan lebih
seksama.
"Bukan ...
Tunggu ..."
Ternyata yang ia lihat bukan gadis itu, melainkan ketiga peremuan
Noyamano, Ringo, Mikan, Shiraume, mereka semua memakai
pakaian yang berbeda dengan biasanya. Dan yang lebih penting,
mereka semua memakai Air Treck. Siapa keluarga Ikki
sebenarnya?
"Ringo!??"
"Yup!"
"Mikan!???
Ba-bahkan Ume juga!???"
"Aye sir!" Bahkan si kecil Ume juga pengguna Air Treck.
"A-apa-apaan ini sebenarnya???
Kenapa kalian semua berada di luar malam-malam begini???
Dan, pakaian apa yang kalian kenakan itu???" Ikki benar-benar tak
mengerti.
"Diam kau!!!" Mikan mencengkram leher baju Ikki.
"Apa yang kau lakukan???" Ikki semakin tak paham.
"Apa testismu kau taruh di ketiak!??
Jangan jadi lelaki pengecut!!!" Bentak Mikan.
"Kalian ...
Kenapa ..
Air Treck??
Tapi aku tak punya ..."
"Jangan khawatir, kau akan segera mendapatkannya ...
Perasaan yang bahkan lebih hebat dari burung yang terbang ...
Ikki, ayo mulai debutmu sebagai seorang Storm Rider"
Bersambung ke Air Gear Chapter 2
